Hidup Dua Kali
ReminderKala senja menyapa, tubuh lunglai tergeletak lelah, pikiran menyerbu tanpa arah, dan batin yang gelisah, ada sebuah klip video muncul di beranda. Potongan video yang bagi sebagian orang mungkin tak begitu bermakna. Tetapi bagiku, bagai setetes air yang mampu menghancurkan kerasnya batu cadas. Apa isi videonya?
Adriano Qalbi, seorang komika, dalam podcast-nya bersama Daniel Mananta, ia berkata,
"Semua orang dikaruniai dua kehidupan. Yang kedua dimulai saat dia sadar dia cuma punya satu".
Saya langsung tertegun, bangkit dari rebah, pikiran menyeruak, dan langsung bertanya kepada diri,
"Ngapain aja gua selama ini?"
Di momen itu lah kehidupan kedua saya dimulai.
Tak menyangka saya disadarkan akan hidup yang ketika saya kilas balik ke belakang, ternyata banyak sia-sianya. Banyak waktu yang sebenarnya bisa dimanfaatkan lebih baik untuk menyongsong masa depan. Banyak uang yang sebenarnya bisa dibelanjakan dan diinvestasikan pada sesuatu yang bernilai tambah. Banyak energi yang sebenarnya bisa disalurkan pada sesuatu yang lebih prioritas. Banyak pikiran yang sebenarnya bisa difokuskan pada hal-hal yang lebih bermakna. Banyak kesempatan emas yang seharusnya bisa diambil.
Sungguh maha benar firman Allah mengenai waktu. Dia berkata dalam Al-Asr,
Demi waktu. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali, orang-orang yang memanfaatkan waktunya untuk berbuat kebaikan.
Bahkan Tuhan yang menciptakan saya dan waktu itu sendiri, bersumpah atas waktu. Kok bisa-bisanya saya terlena terhadapnya?
Sungguh saya merasa merugi. Tapi tak mengapa. Tak perlu disesali apa yang sudah terlewat. Lebih baik sadar terlambat, daripada tak sadar sama sekali. Jadikan kenangan di masa lalu menjadi pengalaman yang begitu berharganya dalam membentuk pribadi kita yang sekarang.
Kata terlambat pun sebenarnya bias. Memangnya manusia tahu kapan batas waktu hidupnya? Tentu tidak. Jadi, ketika sudah tersadar, mari perbaiki semuanya perlahan. Perbaiki semuanya selangkah demi selangkah, bata demi bata, sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Mari manfaatkan waktu dan kehidupan yang diberikan Tuhan untuk berbuat kebaikan.
Mari mulai kehidupan kita yang kedua.
Semoga lancar, semoga sukses, Allah membersamai, aamiin.
