Puisi Bagaimana

Puisi Bagaimana

Puisi Bagaimana - www.tulisanayas.com

Kali ini aku tidak sedang ingin berbagi ilmu. Aku juga sedang tidak ingin berbagi isi dalam pikiran. Aku pun sedang tidak berminat berbagi keluh kesah. Aku hanya ingin menuliskan puisi. Puisi bagaimana?


Puisi Bagaimana
ditulis oleh Ayyasy Syahbaa Irwana


Bagaimana kabar handai tolan?

Bagaimana kabar sanak saudara?

Bagaimana kabar jiwa dan raga?

Bagaimana kabar isi kepalamu?

Bagaimana kabar hati nurani?

Ku harap kabar baik yang terucap dari dalam sanubari


Bagaimana cara matamu tetap dapat melihat di tengah ruang gelap gulita?

Bagaimana telingamu masih mendengar rintihan di tengah sorak sorai gembira?

Bagaimana lidahmu tetap berkata yang benar di tengah krisis integritas?

Bagaimana kau masih bisa memancarkan wewangian di tengah kebusukan menyesakkan?

Bagaimana bisa tubuhmu yang dulu mungil menjadi kekar tak terkalahkan sekarang?

Ku ingin menjadi sepertimu


Bagaimana petualanganmu mengarungi hutan rimba yang berbahaya?

Bagaimana caramu bertahan di tengah halang rintang yang ada?

Bagaimana taktikmu agar terhindar dari jebakan para Rahwana?

Bagaimana bisa hatimu tetap jernih di tengah kolam keruh yang pelik?

Bagaimana bisa kau tetap tegar ditengah gempuran ombak menyambar?

Ku yakin itulah buah tempaan kehidupan


Bagaimana bisa kau tertawa bahagia jika masih ada luka dalam dada?

Bagaimana bisa kau berdiri lalu berlari jika masih ada sayatan dalam hati?

Bagaimana bisa kau mencintai jika dengan dirimu saja kau tak peduli?

Bagaimana bisa kau mengasihi sedang dirimulah yang perlu dikasihi?

Bagaimana bisa kau memberi sedang dirimu sedang meminta?

Ku tahu pasti hatimu perlu memulihkan diri


Tak perlu risau,

Tak perlu gusar,

Ikhlaskanlah,

Percayalah,

Jika takdir menentukan, pasti akan dipertemukan,

Akan tetapi, bagaimana caranya?